Dewasa ini kita dihebohkan dengan lahirnya generasi Y atau biasa disebut generasi milenial yang mempunyai karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, yakni generasi X. Pada saat ini generasi Y atau milenial sudah memasuki usia 23 – 36 tahun, dengan demikian usia produktif saat ini ada pada generasi Y dan banyak orang tua-muda juga lahir pada generasi Y. Selanjutnya lahir adik dari generasi Y, yakni generasi Z atau generasi yang lahir antara tahun 1995 – 2010. Perlu dicatat, generasi Z sudah mulai dewasa, sebentar lagi akan mengambil alih kendali dunia dari para milenial. Di saat yang sama, generasi baru muncul, para balita itu disebut Generasi Alpha.

Menurut lembaga penelitian sosial di Australia Mc Crindle, kelahiran generasi Alpha sudah mencapai laju 2,5 juta kelahiran per minggu. Anak-anak generasi ini merupakan kelahiran tahun 2010 ke atas dengan usia tertua di tahun 2019 ialah 9 tahun. Generasi alpha adalah generasi pertama yang lahir di dunia digital, generasi yang sudah sangat akrab dengan teknologi digital. Walaupun begitu, ternyata generasi alpha ini tidak terlalu kecanduan dengan teknologi, tidak seperti orang tua mereka (generasi milenial) yang sangat ketergantungan dengan teknologi digital. Seperti yang dilansir oleu Metro, CEO Beano Studios Emma Scott menyatakan hampir setengah (48 persen) generasi Alpha cukup sering menghabiskan waktu tanpa perangkat teknologi. Mereka menikmati beragam aktivitas fisik seperti bermain di luar ruangan serta membuat kerajinan tangan.

Secara pemikiran, generasi Alpha dinilai memiliki pandangan yang lebih terbuka dan maju dari generasi sebelumnya. Lalu bagaimana dengan pendidikan yang cocok dengan karakteristik generasi alpha ini? Tentu Pendidikan yang dapat memfasilitasi generasi alpha ini adalah pendidikan yang sudah akrab pula dengan teknologi digital, guru bukan lagi sebagai sumber belajar satu-satunya melainkan guru menjadi fasilitator yang mampu memfasilitasi belajar anak generasi alpha ini. Dengan mengkolaborasikan teknologi digital yang membuat pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien, dipadukan dengan aktivitas-aktivitas fisik yang menyenangkan membuat semangat dan motivasi belajar anak menjadi meningkat. Kak Seto School berkomitmen akan menjadi pelopor sekolah yang dapat memfasilitasi belajar anak generasi alpha. Sikap-sikap tadi membuat generasi Alpha memiliki kekuatan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik. Ke depannya, anak-anak generasi paling muda ini diharapkan dapat menjadi perwujudan masa depan dan dunia yang lebih baik.

Sumber gambar : campuspedia.id